Selasa, 30 Juli 2013

Jawaban UAS SP MSDM

Nama : Saraswaty Linggar Pawestri (115020201111037)

. 1.      On the Job Training : Sebuah pelatihan di dalam tempat kerja dari supervisor yang ditujukan untuk setiap individu karyawan agar dapat mengembangkan dirinya dan mengerjakan tugasnya secara baik sehingga karyawan tersebut dapat diterima dalam perusahaan, proses pelatihannya dilaksanakan langsung di tempat kerja dan diberikan pelatihan berupa praktek kerja langsung.
Contoh : Seseorang bernama Ayu, telah diterima di sebuah perusahaan asuransi dia diterima di bagian HRD dan dia belum mengetahui bagaimana cara bekerja di perusahaan tersebut. Lalu dia diberikan pelatihan kerja langsung dan seperti orang kerja biasanya namun tetap diawasi oleh supervisor. Dengan adanya pelatihan tersebut, Ayu menjadi paham tentang pekerjaannya dan siap ditempatkan di daerah yang diputuskan oleh perusahaan.
Off the Job Training :Proses pelatihan yang didapatkan beberapa karyawan karena biasanya pelatihan ini dilakukan secara berkelompok untuk mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki oleh karyawan tersebut. Pelatihan ini berupa teori yang diberikan untuk meningkatkan ketrampilan kerja, pelatihan ini dilakukan diluar tempat kerja, proses pengembangan dan pendidikannya dalam jangka waktu yang panjang sehingga mengeluarkan biaya yang besar.
Contoh : Di sebuah hotel mandarin mengadakan pelatihan atau kursus bahasa mandarin, karena di hotel tersebut mewajibkan semua karyawan bisa berbahasa mandarin dengan lancar sehingga apabila ada tamu hotel berbahasa mandarin, mereka bisa paham dan melayani tamu terbut dengan baik.

2.       Hallo Effect : Penilaian dari seseorang kepada orang lain dengan melihat penampilan luar saja, mereka menilai kinerja seseorang dengan menyukai atau tidak menyukai orang tersebut. Biasanya orang yang seperti itu menilai dengan membandingkan pekerjaan yang telah kita lakukan dengan pekerjaan orang lain yang lebih bagus, tidak berpatok kepada pekerjaan yang telah kita lakukan sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan perusahaan.


  • Saya tidak setuju dengan adanya penilaian yang hanya melihat dari suka atau tidak sukanya orang terhadap orang lain karena itu tidak akan bisa melihat hasil kerja yang lebih baik. Seperti yang dijelaskan menurut Mulyadi ( 2001, Hal) penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu tahap persiapan dan tahap penilaian.  
  • Tahap Persiapan
    Tahap persiapan, terdiri dari tiga tahap yang lebih rinci yaitu:
    1. Penentuan daerah pertanggung jawaban dan manajer yang bertanggung jawab 
    2. Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja 
    3. Pengukuran kinerja sesungguhnya
    Tahap Penilaian
    Tahap Penilaian, terdiri dari tiga tahap yang lebih rinci yaitu:
    1. Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya 
    2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar 
    3. Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.

3.       Orang memilih karir dikarenakan :
·         Minat :Seseorang memilih karir dikarenakan minat itu sesuai dengan apa yang diinginkannya, apabila ia memilih karir tidak sesuai dengan minatnya maka dia akan merasa tidak bersemangat melakukan pekerjaan tersebut karena dia tidak menyenangi pekerjaan tersebut.
o   Contoh : Saya berminat pada bidang keuangan, apabila saya bekerja besok saya akan mencari pekerjaan yang berhubungan dengan keuangan. Karena apabila saya mendapatkan pekerjaan menjadi manajer pemasaran misalnya, saya akan kaku dan tidak bersemangat dalam menjalankan pekerjaan tersebut karena saya tidak menyukainya.
·         Kepribadian : Kepribadian merupakan sikap dari seseorang yang sudah melekat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Apabila melakukan karir dengan kepribadiannya akan sangat mudah dan nyaman menjalaninya, karena ia tidak perlu keluar dari sifat aslinya.
o   Contoh : Jono adalah orang yang pemalu, dia tidak bisa sering bertemu dengan orang lain. Maka dari itu Jono lebih memilih bekerja di depan komputer dibanding dengan bekerja HRD yang lebih banyak bertemu dengan orang lain.

·         Citra diri :Gambaran seseorang atau orang lain mengenai diri kita sendiri, jadi gambaran tersebut yang telah tertanam dalam pikirannya. Apabila citra diri ini positif akan membantu karirnya namun apabila citra diri negatif, dia akan menyulitkan diri sendiri.
o   Contoh : James selalu berpenampilan bos di depan tetangganya, apabila dia tidak bekerja di pekerjaan yang mempunyai gaji yang tinggi, dia akan merasa sangat malu.
·         Latar belakang sosial : Sesuai dengan latar belakang keluarganya, karena dia tidak ingin keluarganya bersedih apabila dia tidak berkarir di bidang yang sama dengan keluarganya.
o   Contoh : Turun temurun keluarga Parmi adalah seorang dokter, maka dia juga harus meneruskan karirnya sebagai dokter karena  latar belakang keluarganya.

4.       Program Kompensasi keuangan :
·         Kompensasi langsung : Kompensasi dalam bentuk uang, seperti gaji, upah dan bonus yang diberikan perusahaan karena telah bekerja dengan baik.
·         Kompensasi tidak langsung : Kompensasi ini tidak dalam bentuk uang, melainkan kesejahteraan dalam sisi psikologis yang didapat oleh karyawan tersenut, seperti libur kerja, asuransi kesehatan dan lain-lain.
5.       Jika saya menjadi anggota baru dalam suatu organisasi, sebelum terjadinya kekerasan verbal saya akan mempelajari tentang budaya yang ada dalam organisasi tersebut agar saya dapat menjalin komunikasi yang baik dengan karyawan lain. Lalu saya akan berpenampilan seperti orang-orang bekerja pada dasarnya dan tidak berlebihan, karena biasanya orang tidak suka dengan kita itu karena melihat penampilan pertama kita pada saat masuk kerja. Apabila ada yang telah melakukan kekerasan verbal terhadap saya, pertamanya saya akan menerima dan mencoba untuk memperbaiki diri saya agar mereka bisa tahu potensi saya bekerja di perusahaan ini baik. Tetapi biasanya saat kita sudah lebih baik dari mereka, mereka malah iri dan semakin tidak suka, maka dari itu saya akan selalu bersikap baik terhadap mereka meskipun mereka tetap mencaci maki, misalnya membantu mereka yang kesusahan dalam bidang yang kita kuasai dan lebih banyak senyum kepada mereka. Kita juga harus menjalin hubungan baik dengan atasan, agar apabila terjadi kekerasan verbal seperti ini saya bisa mengkomunikasikan dengan atasan saya dan mencari jalan keluar yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar