PRODUK
Apa itu produk ?
Produk adalah sesuatu yang diciptakan
untuk tujuan transaksi. Produk memuaskan kebutuhan dan keinginan tertentu dari
pelanggan dan memberikan pendapatan pada penjual atau nama baik yang idealnya akan memberikan
penghasilan kemudian di masa depan. Sebuah produk memiliki manfaat inti yaitu nilai yang paling mendasar yang
ditawarkan oleh produk. Terdapat jenis produk dasar dan produk tambahan. Produk
dasar mengacu pada penawaran produk minimum yang diperlukan untuk memberikan
manfaat inti yang diharapkan pelanggan, contoh radio, mesin, dan barang-barang
dasar lainnya. Produk tambahanmemberikan fitur yang melampaui harapanminimum pelanggan
atau pembeli, contohnya seperti perpanjangan garansi, perdagangan dan
pembiayaan.
Barang
dan Jasa
Barang merupakan bentuk produk yang
berwujud. Elemen
produk fisik meliputi fitur mereka, desain, dan kemasan, yang semuanya dapat
dengan mudah dipahami oleh pembeli.
Jasa dapat didefinisikan sebagai pelayanan yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan untuk tujuan
transaksi
tertentu.
Secara tradisional, hal ini terjadi karena empat alasan:
-
Tidak berwujud. Jasa bukanlah benda fisik yang bisa
dimiliki.
-
Simultanitas. Produsen dan pelanggan harus ada secara bersamaan
pada satu waktu yang
sama untuk melakukan pertukaran jasa.
-
Heterogenitas. Jasa yang diberikan oleh orang-orang pada dasarnya memiliki variabilitas.
-
Ketahanan. Jasa tidak dapat disimpan dan langsung dikonsumsi pada saat itu
juga.
Produk portofolio adalah termasuk sejumlah lini produk, atau
kelompok produk yang termasuk dalam kategori produk dasar yang sama. Dalam
rangka untuk menargetkan segmen pasar yang berbeda, perusahaan sering membuat
variasi pada fitur, kualitas, dan harga dari produk tunggal yang telah ada.
Bagaimana Internet
Mempengaruhi Produk?
Untuk memahami bagaimana pemasar dapat
mengambil keuntungan dari internet dan bagaimana produk dan layanan offline
maupun online berbeda, hal ini
berguna untuk mengklasifikasikan produk ke dalam empat kategori umum
berdasarkan apakah produk tersebutbarang atau jasa dan dalam tujuan utama
mereka. Dua kategori pertama adalah produk atau jasa yang tujuannya untuk
memberikan manfaat inti secara langsung di internet. Yang ketiga adalah layanan
internet yang ada terutama untuk menjual atau mendistribusikan produk yang
disampaikan secara offline. Yang
keempat adalah layanan internet yang digunakan untuk meningkatkan penawaran
produk.
Bagaimana 2Is
Mempengaruhi Produk
Interaktivitas dan
personalisasi (individualisasi) telah secara mendasar mengubah kemampuan
perusahaan untuk menanggapi pelanggan, dan sangat berharga dalam membantu
perusahaan membentuk hubungan yang bermakna dengan pelanggan.
Layanan Interaksi yang Sangat Responsif
Internet memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan
dengan cepat, efisien dan murah. Customer
care bisa diurutkan dari tingkat pelayanan yang lebih tinggi yang
disampaikan kepada pelanggan paling menguntungkan bagi perusahaan sampai dengan
pelayanan yang lebih rendah yang disampaikan kepada pelanggan dengan keuntungan
rata-rata yang tidak mendukung investasi perusahaan.
Personalisasi
Perusahaan yang baru dimulai. Memberikan fitur click stream pada website memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih dalam mengenai perilaku pengunjung serta dapat digunakan juga untuk
berinteraksi dengan secara reaktif membedakan konten-konten dalam situs. Bahkan
jika pengunjung tidak terdaftar, situs masih dapat melacak click stream dengan menetapkan cookies,
yang merupakan label elektronik yang secara unik mengidentifikasi masing-masing
komputer. Perhatian yang mendalam pada perilaku pelanggan online sangat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengembangkan
produk berdasarkan minat dan preferensi pelanggannya masing-masing.
Pelanggan yang dispesifikasi. Interaksi pelanggandengan organisasi dapat membedakanlayanan, pilihan penagihan, preferensi
pribadi, dan hal-hal lainnya antara satu pelanggan dengan pelanggan
lainnya. Banyak situs yang menawarkan fitur personalisasi
(individualisasi) sebagai produk tambahan untuk menciptakan “kerekatan,” atau
yang mendorong pengunjung untuk kembali ke situs setelah beberapa kunjungan.
Pelanggan dengan produk yang ditentukan. Internet juga berpotensi
membuat kustomisasi menjadi mungkin pada skala yang lebih besar
dari sebelumnya,hal ini sering disebut sebagai kustomisasi masal.
Dengan demikian dapat meningkatkan proposisi nilai
dari beberapa produsen.
Sifat Dinamis dari Portfolio Produk
Portofolio produk tidaklah
statis. Bahkan perusahaan-perusahaan dewasaini harus memperbaharui dan
menyegarkanlini produk mereka. Dalam sebuah persaingan, pasar dengan perubahan yang cepat, terutama
yang didorong oleh teknologi yang sedang berkembang, tindakan mengubah portofolio produk
merupakan suatu keharusan. Sebuah portofolio produk harus dikelola seperti dana
investasi, serta
diperhatikan seluruh faktornya seperti profil risiko, horizon waktu, pembayaran potensial, kebutuhan investasi, danaliran pendapatan.
Inovasi dan Produk Baru
Adanya inovasi produk dapat bersaing dengan produk yang
sudah ada, mengubah dasar kompetisi produk dengan menciptakan posisi/ pasar
ceruk baru,atau kadang-kadang bahkan menciptakan industri baru.
Kecepatan dalam Memasarkan
Produk pertama yang diterjunkanke pasaranserta pengikut
awal produk tersebut diyakini dapat mematahkan keunggulan kompetitif pesaingnya.
Hal ini dikarenakanadanya kemampuan untuk mengkomunikasikan sesuatu yang menarik
dan baru kepada pelanggan, agar perusahaan dapat mengunci distribusi, dan
menetapkan yang sesuai untuk produk baru tersebut.
Perpanjangan Garis
Perpanjangan garis (produk) merupakan lanjutan dari produk
yang sudah ada, dan karenanya hal ini terletak di antara produk baru pada kontinum
pengembangan produk. Secara khusus, perpanjangan garis adalah setiap upaya yang
berhasil memanfaatkanmerek untuk meluncurkan produk yang dimodifikasi atau
produk yang terkait. Keuntungan perpanjangan garis adalah bahwa dengan
memanfaatkan merek yang ada, perusahaan akan menghemat biaya yang tinggi untuk
memperkenalkan dan mempromosikan merek baru. Risiko strategi ini yang mungkin “kanibalisasi”
dari merek induk dan mengikis pengguna dasar yang sudah ada atau ekuitas merek apabila
pelanggan yang sudah ada menganggap perpanjangan garis (produk) tersebut
mengalami kegagalan.
Siklus Hidup Produk
Konsep dari siklus hidup produk ini dimulai dengan tahap
perkenalan sebuah produk dan diteruskan melalui pertumbuhan, kedewasaan, dan
penurunan.
-
Perkenalan. Pasar terdiri dari produk
dasar yang menawarkan manfaat inti.
-
Pertumbuhan.Berbagai produk dasar
atau yang telah diberi tambahan, dengan fitur tambahan dan berbagai
tingkat kualitas, telah diperkenalkan.
-
Kematangan. Variasi produk, perluasan merek, dan
produk “baru dan lebih baik” mulai berkembang. Penawaran
cenderung membagi produk dalam dua cabang dariproduk dengan margin rendah (produk
murah)sampai produk dengan margin tinggi (biaya produk yang tinggi).
-
Penurunan. Ketika hal ini terjadi,
permintaan akan berkurang, maka perusahaan menghilangkan lini produk yang
kurang menguntungkan dengan menggantinya dengan item yang paling menguntungkan.
Pengembangan
Produk
Tanpa
pengembangan produk, risiko perusahaan akan tetapada di pasar. Proses pengembangan
produk mengharuskan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara inovasi
terobosan dan kemajuan tambahan pada produk yang sudah ada, tetapi juga
membutuhkan pembuatan keputusan yang membawa tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Tidak ada satu formula atau proses untuk memastikan
keberhasilan produk baru. Namun, dengan menggali informasi pelanggan mengenai
pasar, batas-batasnya, produk pengganti potensial, dan proses pembelian
pelanggan dapat membantu perusahaan untuk menemukan peluang yang akan menciptakan
keberhasilan pasar.
Pendekatan Informasi Pelanggan untuk Desain Produk
Pendekatan ini umumnya berfokus secara internal pada
operasi manufaktur, dengan tujuan mengurangi biaya atau meningkatkan aset yang
ada. Meskipun mungkin ada beberapa ide produk baru yang dihasilkan dari proses
ini, kelangsungan hidup dari produk ini lebih dipertanyakan, karena baik
pelanggan maupun pasar selalu mengingingkan pengembangan.
Proses dari desain informasi pelanggan
memiliki kemungkinan keberhasilan yang jauh lebih tinggi karena didasarkan pada
kemungkinan dari adanya penerimaan pelanggan dan pasar. Perusahaan yang
berbisnis di internet memiliki kesempatan untuk belajar tentang pelanggan dari
sifat individu dan kebutuhannyamelalui observasi atau penyelidikan langsung dan
riset pasar. Hal ini dapat memperluas wawasan produsen tentang kebutuhan
individu, prosesnya dapat dimulai dari pendaftaran situs dan melanjutkannyapada
masing-masing rangkaian interaksi lainnya.
Proses Pengembangan Produk
Setelah keputusan untuk mengembangkan produk baru dibuat,
proses pengembangan produk yang sebenarnya dimulai. Sebuah proses pengembangan
produk meliputi tujuh tahap,
antara lain:
-
Gagasan/
Ide Awal
Tujuan dari fase generasi ide
adalah untuk mengumpulkan sejumlah ide untuk produk baru atau perbaikan produk.
Prosesnya dapat dilakukan melalui kelompok-kelompok internal seperti R&D,
manufaktur, pemasaran atau riset pemasaran, dan karyawan individual, atau dari
pihak eksternal yaitu pelanggan.
-
Penyaringan
Ide
Setelah proses musyawah atas ide selesai, langkah berikutnya
adalah untuk mulai pengelompokan dan penyaringan ide-ide. Proses ini, dikenal
sebagai proses berpikir kritis, yang dimulai dengan peserta dalam proses
pembangunan meninjau kembali semua ide yang muncul dari pemikiran divergen dan
dengan obyektif peserta mengidentifikasi ide mana yang paling berharga.
-
Pengembangan Konsep
Sebuah ide yang melewati tahap
penyaringan
selanjutnya berkembang menjadi sebuah konsep yang mencakup kebutuhan pelanggan,
bentuk solusi produk,
spesifikasi produk awal dan desain
produk, serta
kelayakan ekonomi produk.
-
Desain Produk
Mengingat adanya laju persaingan dan terdapat keuntungan dari mengalahkan pesaing di pasar, bisnis berada di bawah tekanan
untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk merancang produk.Komunikasi secara terus menerus antara tim-tim kerjadalam hal ini adalah penting.
-
Pengembangan Prototype
Selama proyek, seluruh rangkaian prototipe dibuat,
dari gambaran kerja
sampai pada ukuran
penuh mockup
(maket) tiga dimensi.
-
Uji Pemasaran
Tahap ini adalah percobaan dalam skala kecil di mana produk baru
diperkenalkan dan didukung oleh bauran pemasaran yang jelas, yaitu: iklan, distribusi, kemasan, harga,
dan promosi.
-
Komersialisasi
Tahap ini merupakan langkah terakhir dari pengembangan
produk, dan melibatkan perencanaan untuk pengenalan produk dan peluncurannya secara luas.
Bagaimana
Internet Mempengaruhi
Proses Pengembangan Produk?
Internet
telah memperkenalkan fleksibilitas untuk proses pengembangan produk. Proses pengembangan produk efisien yang diaktifkan oleh internet meliputi
lima langkah, yaitu: ide,
pengembangan konsep, rencana pengembangan, pengembangan berulang dan pengujian,
serta peluncuran.
Internet telah sangat mempengaruhi proses pengembangan
produk dalam bidang berikut: masukan pelanggan yang berkesinambungan, desain
produk dan alat-alat komunikasi,serta
eksperimen dan pengujian produk.
Masukan pelanggan yang berkesinambungan.
Agar pendekatan pembangunan yang fleksibel mencapaikesuksesan, perusahaan harus memahami tentang cara untuk menghasilkan informasi pasar dan
mengintegrasikan informasi itu ke dalam proses pembangunan.
Salah satu proses yang sering digunakan perusahaan untuk belajar
tentang kebutuhan pelanggan disebut Customerization.
Customerization mensyaratkan bahwa
produk, pemasaran produk, dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan
disesuaikan untuk setiap pelanggan, meskipun dengan cara modular.
Desain dan Komunikasi
Peralatan
Kemajuan
dalam teknologi internet cenderung terus meningkat sehingga internet memainkan
peran dalam pengembangan produk yang cepat. Alat Internet yang baru seperti
representasi secara 3D dan video
conference telah membantu memecahkan beberapa pandangan tradisional antara
R&D, pemasaran, dan penjualan, dan telah memungkinkan kolaborasi yang benar
dalam proses pengembangan produk. Salah satu keuntungan luar biasa dari alat
ini adalah bahwa mereka mendorong komunikasi dan kolaborasi di antara tim
pengembangan antar wilayah.
Eksperimen
dan Pengujian Produk
Desain
dengan bantuan komputer, simulasi komputer, dan teknologi canggih lainnya
memungkinkan perusahaan untuk mengambil keuntungan dari data pasar secara real
time dengan mudah. Selain itu, penciptaan prototipe fisik dapat ditunda sampai
tahap selanjutnya dari proses ketika produk lebih lengkap dan berubah lebih
subjektif, yang jauh menurunkan biaya pengembangan produk.
Bagaimana Produk Mengaktifkan
Hubungan Pelanggan?
Pemasar dapat menggunakan produk untuk
membantu mengaktifkan hubungan pelanggan dalam dua cara utama: (1) dengan
menawarkan produk yang sesuai untuk hubungan yang ada, atau (2) dengan
menggunakan 21 portofolio produk seimbang untuk transisi pelanggan ke tahap
hubungan yang lebih mendalam. Ada beberapa langkah dalam mengaktifkan hubungan antara
produk dan pelanggan, antara lain:
Kesadaran
Sebuah perusahaan harus
mengambil target pelanggan dalam menyadari produk dan jasa, dan mereka memahami
manfaat inti. Ketika terdapat produk atau jasa yang kompleks, pemasar harus
bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa produk atau fitur tambahan yang
diciptakan tidak mengaburkan manfaat inti. Ketika pelanggan memiliki pengalaman
langsung dari produk sebelumnya yang menyebabkan mereka tidak mungkin membeli
produk itu kembali, presentasi dan kemasan dapat membantu penawaran produk
serta pemasar juga dapat mengkomunikasikan manfaat produk tertentu, dan bahkan
membedakan produk baru dari para pesaingnya.
Eksplorasi/ Ekspansi
Selama fase eksplorasi,
perusahaan perlu untuk menunjukkan relevansi penawaran mereka kepada calon
pelanggan. Kemasan dan dukungan penawaran keduanya penting dalam fase ini
karena mereka membantu mendidik pelanggan tentang produk dan juga membantu
membedakan produk dari para pesaingnya.
Tujuan
pemasaran untuk fase ekspansi adalah meembuat pelanggan menjadi lebih terlibat,
loyal, dan akhirnya berkomitmen untuk produk. Menyediakan produk komplementer
memberikan nilai tambahan kepada pelanggan, yang sangat penting untuk siklus
pembelian yang lama seperti komputer atau mobil.
Komitmen
Setelah pelanggan memasuki
tahap komitmen dari sebuah hubungan, tujuan perusahaan adalah (1) untuk menjaga
mereka berkomitmen untuk suatu produk atau lini produk dan (2) untuk memperluas
jumlah bisnis yang mereka lakukan dengan perusahaan. Pelanggan yang loyal
biasanya sangat menguntungkan, dan membeli jumlah yang tidak proporsional dari
produk.
Pembubaran
Jika sebuah perusahaan tidak
mampu mempertahankan komitmen pelanggan, pelanggan akan melanjutkan ke tahap
pembubaran hubungan. Pada tahap awal pembubaran, perusahaan dapat mencoba untuk
bermigrasi kepada pelanggan lain pada produk-produknya. Sebagai contoh, mungkin
perusahaan menawarkan versi biaya produk yang lebih rendah, atau menyarankan
produk yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar